Siap Bergabung?

Adalah keliru menganggap pertapaan adalah tempat terakhir yang harus dipilih setelah gagaldalam hidup bermasyarakat. Pertapaan bukanlah tempat pelarian. Santo Benediktus dengan sangat mengingatkan seorang Abas agar jangan sampai terlalu mudah menerima seseorang masuk menjadi rahib. Harus diselidiki sungguh-sungguh apakah calon tersebut sungguh-sungguh mencari Allah.

Jika Anda merasakan adanya benih panggilan Allah untuk memeluk hidup kerahiban di Pertapaan Lamanabi, kiranya Anda perlu memeriksa beberapa catatan di bawah ini.

  • Apakah Anda cinta akan alam kesunyian dan hidup terasing dari dunia?

  • Apakah Anda cinta akan hidup doa dan samadi, dapat menghargai ibadat bersama, bukan pertama-tama karena rasa terharu, melainkan karena kesadaran akan nyala kasih ilahi?

  • Apakah Anda memiliki kemampuan untuk hidup bersama?

  • Apakah Anda sudah dengan jelas dan nyata memahami inti hidup kerahiban?

  • Apakah Anda tidak segan dan mudah patah semangat dalam menghadapi kesukaran dan rintangan?

  • Apakah anda bersikap optimistis dan gembira, tidak mudah tersinggung?

  • Apakah Anda berpandangan realistis?

Jika Anda yakin dengan jawaban-jawaban Anda, beberapa persyaratan berikut ini masih perlu diperhatikan:

  • Sudah dipermandikan secara Katolik sekurang-kurangnya selama lima tahun

  • Berstatus bebas

  • Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA/sederajat

  • Berkepribadian matang dan berusia dewasa

  • Sehat baik jasmani maupun mental

Apabila Anda serius ingin menjawab panggilan untuk datang ke Lamanabi, silahkan menghubungi kami melalui surat atau sarana-sarana komunikasi lain yang tercantum dalam buku ini. Para peminat biasanya dianjurkan untuk datang meninjau ke Lamanabi terlebih dahulu selama beberapa waktu di Penginapan Tamu.

Tahap selanjutnya para peminat diminta untuk live-in bersama kami di dalam biara bersama para novis dan postulan selama sekurang-kurangnya tiga bulan untuk memperjenih motivasi dan untuk sampai pada keputusan dari keduabelah pihak, baik pihak peminat maupun pihak pertapaan.

"Hendaknya para rahib mengamalkan cinta kasih persaudaraan dengan hati murni, takut akan Allah dengan cinta, mengasihi abasnya dengan cinta kasih yang tulus dan rendah hati, sama sekali tidak mengutamakan sesuatu pun atas Kristus.

Semoga Ia mengantar kita bersama sampai ke hidup kekal."

(Peraturan Santo Benediktus 72:8-12)