Kehidupan Sehari-hari
Gambaran umum hidup sehari-hari yang kami hayati diwarnai oleh tiga latihan utama yang menopang seluruh kehidupan para rahib Trappist. Doa bersama, bacaan suci dan kerja tangan menjadi tiga latihan dasar yang sejak zaman dahulu membentuk hidup rahib. Bersama-sama dalam sebuah komunitas, para rahib mengambil bagian dalam ibadat liturgis gerejani, yang disebut Ibadat Harian. Sebagai bagian dari Gereja, mereka bertugas menampakkan wajah Gereja yang berdoa. Ibadat Harian dipraktekkan dalam wujud tujuh kali doa bersama di Gereja yang sudah dimulai sejak pukul 03.30 dini hari. Dengan Perayaan Ekaristi sebagai puncaknya, aktivitas harian para rahib ditutup dengan Ibadat Penutup pada pukul 19.45.
Ibadat Harian
Ibadat Harian hanya akan membawa kesuburan rohani jika dijiwai secara pribadi. Oleh karena itu setiap rahib harus meluangkan waktu untuk berdoa secara pribadi. Doa liturgis yang dijiwai oleh doa pribadi menjadi sarana untuk memelihara dialog terus-menerus dengan Allah.
Lectio Divina
Dibutuhkan kemampuan dan sikap mendengarkan untuk dapat berdialog dengan Allah. Latihan mendengarkan itu diwujudkan secara khusus dalam bacaan suci atau Lectio Divina. Lectio Divina merupakan kegiatan membaca yang bermuara kepada doa. Seorang rahib dituntun untuk membaca teks, meresapkannya dalam hati dengan cara mengulang-ulang lalu mengucapkan doa sebagai jawaban atas sentuhan rahmat yang diperoleh melalui teks tersebut. Tentu saja Kitab Suci menjadi bahan utama Lectio Divina.
Kerja Tangan
Rahib tentu saja tidak dapat hidup hanya dengan berdoa. Rahib harus bekerja juga. Pekerjaan para rahib terutama ditujukan untuk mencari nafkah yang diperlukan untuk hidup sehari-hari. Menurut Santo Benediktus, rahib harus hidup dari hasil keringatnya sendiri, bukan dari bantuan atau derma orang lain. Kerja dilihat pula sebagai suatu pelayanan dan pengabdian bagi sesama saudaranya sebiara. Beberapa pekerjaan untuk mencari nafkah diusahakan oleh para rahib. Di Lamanabi kami mengusahakan pembuatan lilin, bercocok tanam buah-buahan dan sayuran, membuat roti dan aneka snack, membuka toko benda-benda devosional, menyediakan penginapan bagi para tamu untuk retret dan lain-lain. Dengan aktivitas tersebut biara juga membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk turut bekerja bersama para rahib sebagai karyawan-karyawati.
Acara Harian
Adapun jadwal acara sehari-hari para rahib di Pertapaan Lamanabi adalah sebagai berikut:
03.15 Bangun
03.30 Ibadat Malam (Ibadat Bacaan), disusul dengan meditasi 15 menit
04.30 Bacaan rohani pribadi
05.45 Ibadat Pagi, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi
07.00 Sarapan, disusul dengan waktu luang
08.15 Ibadat Tertia
08.30 Kerja Pagi
11.30 Akhir kerja
12.00 Ibadat Sexta
12.20 Makan siang, disusul dengan istirahat siang
14.30 Ibadat Nona
15.00 Kerja Sore
16.15 Akhir kerja
16.30 Bacaan rohani pribadi
17.15 Ibadat Sore, dilanjutkan dengan meditasi 30 menit
18.15 Makan sore, disusul dengan waktu luang
19.45 Ibadat Penutup
20.15 Istirahat
Pada hari Minggu dan hari Raya Liturgi, Perayaan Ekaristi dirayakan pada pukul 8.00 dan sesudah Ibadat Sore diadakan Pentahtaan Sakramen Mahakudus sebagai pengganti meditasi selama 30 menit.








Pertapaan Trappist Lamanabi
Desa Lamanabi RT004/RW002, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur 86251, Nusa Tenggara Timur
© 2024. All rights reserved.
Bandara terdekat:
GEWAYANTANA (LKA) - Larantuka